News  

Respon Cepat Satpolairud & Pamapta II Polresta Samarinda Tangani Laka Air di Jembatan Mahulu

Nexsusnetmedia.id –  Personel Satpolairud Polresta Samarinda bersama Pamapta II Polresta Samarinda bergerak cepat merespons laporan laka air yang terjadi di kawasan Jembatan Mahulu, Kota Samarinda, pada Minggu (25/01) sekitar pukul 05.10 WITA.

Kecelakaan air tersebut melibatkan BG Marine Power 3066 yang ditarik oleh TB Marina 1631, di mana kapal tongkang tersebut menabrak fender dan pilar Jembatan Mahulu akibat putusnya tali buoy saat melintas di perairan Sungai Mahakam.

Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Piket Satpolairud Polresta Samarinda bersama Pamapta II Polresta Samarinda segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal, pengamanan lokasi, serta memastikan situasi tetap kondusif. Kegiatan di lapangan dipimpin oleh Ipda Reza Setiawan L selaku Kasubnit Lidik Unit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda, didampingi Ipda Yudiansyah dari Pamapta II Polresta Samarinda.

Ipda Yudiansyah, menyampaikan bahwa kehadiran cepat personel di lokasi merupakan bagian dari pelayanan Polresta Samarinda dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di jalur perairan.

“Kami langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengamanan awal dan membantu Satpolairud dalam penanganan kejadian agar tidak menimbulkan dampak lanjutan, baik terhadap arus lalu lintas air maupun keamanan objek vital,” ujarnya.

Sementara itu, Ipda Reza Setiawan L menegaskan bahwa Satpolairud Polresta Samarinda saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pendalaman terkait penyebab kejadian tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta pendataan awal. Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi air agar selalu memperhatikan faktor keselamatan pelayaran, kondisi arus, serta kelayakan teknis kapal sebelum berlayar,” jelasnya.

Hingga saat ini, situasi di sekitar Jembatan Mahulu terpantau aman dan kondusif. Satpolairud Polresta Samarinda memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional guna mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah perairan Sungai Mahakam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *