Nexusnetmedia – Meski jumlah tersangka secara statistik menurun, Kota Bontang rupanya masih menjadi sasaran empuk peredaran narkotika skala besar. Sepanjang tahun 2025, Polres Bontang mencatat lonjakan drastis pada volume barang bukti sabu yang berhasil disita, yakni meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, mengungkapkan bahwa total sabu yang diamankan mencapai 3.204,24 gram. Angka ini naik tajam dari catatan tahun 2024 yang hanya menyentuh 1.421,56 gram.
Kualitas Tangkapan Meningkat
Fenomena unik terjadi di wilayah hukum Polres Bontang tahun ini. Secara kuantitas, jumlah laporan polisi (LP) justru menyusut dari 101 kasus di tahun 2024 menjadi 82 kasus di tahun 2025. Begitu pula dengan jumlah tersangka yang diamankan, turun dari 130 orang menjadi 107 orang.
Namun, penurunan jumlah orang tidak berbanding lurus dengan jumlah barang bukti. Hal ini mengindikasikan bahwa kepolisian berhasil menyasar jaringan “kakap” atau pengedar skala besar.
“Kenaikan barang bukti ini menunjukkan keseriusan kami. Penurunan jumlah kasus bisa berarti jaringan mulai melemah, sementara peningkatan volume barang bukti menunjukkan keberhasilan memutus mata rantai peredaran utama,” tegas AKBP Widho.
Puncak keberhasilan Korps Bhayangkara ini terjadi pada pengujung tahun, tepatnya Desember 2025, di mana polisi berhasil menyita 1.066,8 gram sabu hanya dalam satu perkara.
Munculnya Tren Ekstasi dan Redupnya Pil Koplo
Selain sabu, potret peredaran narkotika di Bontang mulai bergeser. Jika pada 2024 tidak ada temuan ekstasi, di tahun 2025 polisi berhasil mengamankan 50 butir ekstasi (20,9 gram).
Sebaliknya, peredaran obat keras jenis pil koplo (double L) justru “terjun bebas”. Dari sitaan sebanyak 18.209 butir pada 2024, kini polisi hanya menemukan 1.325 butir. Di sisi lain, jenis ganja yang pada tahun lalu sempat muncul 8 gram, tahun ini dinyatakan nihil kasus.
AKBP Widho menjelaskan bahwa fluktuasi data ini merupakan bagian dari dinamika pola peredaran yang terus dipantau oleh jajarannya. Ia menegaskan bahwa Polres Bontang tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para bandar.
“Tren setiap tahun berbeda. Kami tidak akan berhenti. Perang terhadap narkoba adalah komitmen bersama untuk melindungi generasi muda Bontang,” pungkasnya.












