NEXUSNETMEDIA.ID, BONTANG – Dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Dapil Kalimantan Timur, memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial yang menunjukkan dirinya bersama warga, memicu anggapan adanya kampanye politik melalui pemberian uang.
Video tersebut menuai berbagai reaksi publik karena dianggap mengandung unsur politik uang menjelang Pilkada, yang akhirnya menjadi dasar bagi Ormas Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) kota Bontang untuk melaporkan prihal tersebut ke BAWASLU Kota Bontang beberapa hari lalu.
Dalam keterangannya melalui sebuah video beberapa hari lalu, Sofyan menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari acara reses sebagai anggota DPD-RI dan tidak berkaitan dengan kampanye Pilkada.
“Itu adalah kegiatan reses selaku anggota DPD-RI, jadi tidak ada kaitannya dengan kampanye Pilkada,” ujarnya. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan persepsi masyarakat atas maksud dari kegiatan tersebut.
Dokter spesialis saraf ini menyebutkan bahwa uang yang dibagikan dalam acara itu adalah uang konsumsi dan transportasi, mengingat saat itu panitia tidak menyediakan konsumsi untuk peserta reses. ini adalah kebiasaan yang umum dalam kegiatan reses untuk membantu konsumsi dan akomodasi peserta.
Lebih lanjut, Andi Sofyan juga menegaskan bahwa pembagian uang kepada warga bukan hanya dilakukan di Bontang, tetapi juga dalam reses di beberapa kota dan kabupaten lain di Kalimantan Timur, “bukan hanya di Bontang”, tuturnya.
Melalui klarifikasinya, Suami dari Neni Moerniaeni ini berharap masyarakat dapat memahami niat yang sebenarnya dari kegiatan reses tersebut dan tidak terpancing dengan opini yang berkembang. Ia mengajak semua pihak untuk tetap menjaga suasana politik yang kondusif dan tidak mengaitkan kegiatan resmi reses dengan kepentingan Pilkada.
Perihal pelaporan ini telah masuk ke ranah BAWASLU Kota Bontang dimana umumnya pihak pelapor dan terlapor akan dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai bentuk dari proses pelaksanaan Pilkada yang bersih, jujur dan adil. (*)












