Nexusnetmedia.id – Dua gajah sumatra, Deo dan Sinta, kini menempati rumah baru di Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara, setelah menjalani proses translokasi dari Gembira Loka Zoo, Yogyakarta.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memastikan kedua satwa titipan negara tersebut tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Deo yang berusia 30 tahun dan Sinta berusia 40 tahun langsung menjalani pemeriksaan medis setelah tiba di Lembaga Konservasi PT SGBL atau Tabang Zoo pada Selasa (18/08/2026) malam.
“Keduanya langsung dipindahkan ke fasilitas khusus. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan kondisi keduanya sangat sehat,” ujar Kepala BKSDA Kaltim M. Ari Wibawanto di Samarinda, Rabu, dikutip Antaranews.com.
Setelah perjalanan panjang, Deo dan Sinta kini menjalani masa adaptasi di paddock baru seluas sekitar 1,1 hektare. Area tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan gajah, sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi keduanya.
Fasilitas tersebut dilengkapi kandang utama, area umbaran, kandang jepit, serta gudang penyimpanan pakan bernutrisi. Pembangunannya juga telah mendapat rekomendasi dari para ahli gajah agar sesuai dengan standar pemeliharaan dan kesejahteraan satwa.
Sebelum dipindahkan ke Tabang Zoo, Deo dan Sinta sempat dititipkan di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta. Penitipan tersebut dilakukan sekaligus untuk mempelajari karakter dan perilaku kedua gajah sebagai bagian dari persiapan translokasi.
Menurut Ari, pemindahan dilakukan karena kapasitas fasilitas sebelumnya sudah semakin terbatas. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat upaya pengelolaan dan pengembangbiakan satwa secara optimal.
Proses translokasi juga telah melalui asesmen kelayakan untuk memastikan kondisi fisik dan lingkungan baru benar-benar sesuai dengan kebutuhan kedua gajah.
BKSDA Kaltim memberikan perhatian khusus pada masa awal adaptasi, mengingat perjalanan dari Yogyakarta menuju Kalimantan Timur cukup panjang dan berpotensi menimbulkan stres bagi satwa.
“Kami menyiagakan tiga dokter hewan dan belasan perawat khusus untuk memantau kondisi serta proses adaptasi mereka setiap hari,” katanya.
Tim perawat tersebut merupakan gabungan tenaga dari Gembira Loka Zoo dan Tabang Zoo. Mereka akan bekerja bersama untuk memastikan kondisi kesehatan dan perilaku Deo serta Sinta tetap terpantau selama masa adaptasi.
Selain pemantauan langsung, pengelola Tabang Zoo juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kesehatan kedua gajah kepada otoritas terkait secara berkala.
BKSDA Kaltim menegaskan pengawasan akan terus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan satwa dilindungi mendapatkan perawatan dan lingkungan hidup yang layak.
“Negara akan terus memantau dan siap mengambil tindakan cepat apabila terdapat potensi penurunan kondisi kesehatan pada satwa dilindungi tersebut,” tutur Ari.
Sumber; Antaranews












