Nexusnetmedia.id – Pemerintah Kota Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur dasar. Kali ini, Jalan Asmawarman di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat, menjadi prioritas. Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp1,3 miliar telah disiapkan untuk perbaikan drainase di kawasan tersebut.
Perbaikan ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masalah aliran air yang sering dikeluhkan warga sekitar.
Fokus Pekerjaan dan Estimasi Lokasi
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurdin, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mematangkan rencana teknis di lapangan. Meskipun titik nol pekerjaan masih dalam tahap finalisasi, ia memberikan gambaran awal lokasi proyek.
“Besar kemungkinan pengerjaan akan dimulai dari area depan, tepatnya di samping Terminal Bontang,” ujar Anwar saat ditemui awak media belum lama ini.
Terkait spesifikasi, drainase ini direncanakan memiliki lebar antara 60 hingga 80 centimeter. Mengenai panjang total saluran, Anwar menyebut angka pastinya akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan pasca-pengukuran detail.
Salah satu poin krusial dalam proyek tahun ini adalah koordinasi kewilayahan. PUPRK telah meminta pihak Kelurahan Gunung Telihan untuk menggencarkan sosialisasi kepada warga di sepanjang Jalan Asmawarman. Langkah preventif ini diambil guna menghindari kendala non-teknis, seperti sengketa lahan yang sempat terjadi di proyek sebelumnya.
“Kami sudah minta Lurah untuk sosialisasi ke warga. Jangan sampai terulang kejadian tahun lalu; begitu jalan hendak dicor, ada warga yang mengklaim itu lahan mereka,” tegas Anwar.
Desain Ramah Pemukiman
PUPRK juga memastikan desain drainase kali ini sangat mempertimbangkan kenyamanan warga. Saluran air akan diarahkan langsung menuju pembuangan akhir di sungai belakang PLTD.
Desain ini dibuat sedemikian rupa agar air buangan mengalir lancar dan tidak meluber ke area pemukiman saat intensitas hujan tinggi.
“Kami juga mengantisipasi adanya permintaan warga untuk pembuatan crossing box (jembatan akses masuk rumah). Inilah mengapa panjang pekerjaan belum kami ‘kunci’, karena adanya tambahan infrastruktur seperti itu otomatis akan menyesuaikan total panjang drainase yang dikerjakan,” tutupnya.












