BONTANG – Kalimantan Timur – Kota Bontang mencatatkan kinerja positif dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah tren perlambatan penyaluran kredit yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Timur pada kuartal IV tahun 2024.
Data yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Timur mengungkapkan bahwa Bontang berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit UMKM tertinggi kedua di provinsi ini. Capaian tersebut menjadi indikator kuat atas resiliensi dan potensi sektor UMKM di kota yang dikenal sebagai pusat industri tersebut.
Kepala KPwBI Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyatakan bahwa secara umum terjadi perlambatan penyaluran kredit UMKM di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur selama kuartal terakhir tahun 2024. Namun, Bontang menunjukkan tren yang berseberangan dengan mencatatkan pertumbuhan positif.
“Pada kuartal IV/2024, perlambatan penyaluran kredit UMKM terjadi hampir di seluruh wilayah, namun Bontang menjadi pengecualian dengan kinerja yang relatif lebih baik,” ujar Budi dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Minggu (20/4/2025).
Pertumbuhan kredit UMKM di Bontang dinilai sebagai hasil dari kebijakan yang tepat sasaran serta sinergi antara lembaga keuangan dan pelaku usaha lokal. Selain itu, stabilitas sektor industri di kota tersebut turut menopang daya beli dan kegiatan ekonomi pelaku UMKM.
Dengan capaian tersebut, Bontang diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM di tengah tantangan penyaluran kredit. Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan lembaga keuangan lainnya diharapkan terus memperkuat ekosistem pembiayaan yang inklusif guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.












