Pemkot Bontang Nilai Haul Sultan Kutai Penting untuk Penguatan Jati Diri Daerah

Saat berlangsungnya acara. (Dok - Istimewa).

Nexusnetmedia.id – Haul Jama’ Akbar Sultan Kutai dan Kerabat ke-7 Tahun 2026 digelar khidmat di pendopo rumah jabatan wali kota, Ahad (15/2) malam. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara kerabat kesultanan, kepatihan, pemerintah, serta elemen masyarakat di Kota Bontang.

Hadir mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum Anwar Sadat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberadaan Kesultanan Kutai merupakan bagian integral dari sejarah panjang Kalimantan Timur yang telah meletakkan fondasi adat, budaya, serta syiar Islam yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini, termasuk di Kota Bontang.

“Keteladanan para sultan dan ulama menjadi rujukan dalam membangun adab, tata nilai, serta etika sosial masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, haul ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum spiritual untuk mendoakan para pendahulu, mengambil pelajaran dari perjuangan mereka, serta memperkuat ukhuwah dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bontang memandang pelestarian nilai sejarah, adat, dan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia seutuhnya. Pembangunan, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan karakter, jati diri, serta harmoni sosial.

“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan dan kebudayaan ini. Ini sejalan dengan misi Kota Bontang dalam mewujudkan transformasi sosial menuju SDM yang berdaya saing, berlandaskan nilai keimanan, adab, dan kearifan lokal,” tambahnya.

Sebelumnya, perwakilan Pemangku Kepatihan, Demang Adipatih Kelana Supriyadi, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ia menyebut haul ini sebagai momentum penting mempererat silaturahmi antara kerabat Kesultanan, Kepatihan, dan Pemerintah Kota Bontang.

Acara ditutup dengan tausiah dan kirim doa yang dipimpin Ustadz Arbain Nawawi. Dalam tausiah tersebut, ia mengingatkan pentingnya menghormati leluhur serta menjaga warisan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan para pendahulu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan lembaga adat dan berbagai paguyuban di Kota Bontang, menambah khidmat suasana haul yang sarat makna spiritual dan kebersamaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *