Kaltim  

Harga TBS Sawit di Kaltim Meroket, Arief Murdiyatno: Segini Harganya

Nexusnetmedia.id – Kabar baik menghampiri para petani kelapa sawit di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Timur dimana periode 16-31 Agustus 2026 Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terpantau kembali mengalami kenaikan.

Peningkatan tersebut menjadi angin segar bagi para pekebun kelapa sawit di Kaltim di tengah pergerakan harga komoditas sawit yang terus menguat.m

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, drh Arief Murdiyatno, mengatakan kenaikan harga tersebut berdasarkan hasil penetapan tim yang mengacu pada perkembangan harga CPO dan kernel.

“Harga rata-rata tertimbang CPO mencapai Rp15.230,55 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.521,48 per kilogram,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Jum’at (4/9/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga TBS pada periode ini juga mempengaruhi menguatnya harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan.

Berdasarkan hasil penetapan, harga TBS untuk tanaman berumur 3 tahun ditetapkan sebesar Rp3.127,56 per kilogram. Selanjutnya tanaman umur 4 tahun sebesar Rp3.227,21 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.316,48 per kilogram, dan umur 6 tahun Rp3.389,18 per kilogram.

Untuk tanaman berumur 7 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.438,10 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.493,65 per kilogram, dan umur 9 tahun Rp3.536,40 per kilogram.

Sementara itu, harga tertinggi berlaku untuk tanaman berumur 10 hingga 20 tahun, yakni mencapai Rp3.561,69 per kilogram.

Sedangkan tanaman berumur 21 tahun ditetapkan sebesar Rp3.510,05 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.439,58 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.363,55 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.325,61 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.294,44 per kilogram.

Arief menegaskan, daftar harga tersebut menjadi standar harga bagi petani kelapa sawit yang telah tercipta dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur, khususnya petani plasma.

Ia berharap kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola PKS dapat terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani.

“Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani dapat lebih terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” katanya.

Dengan kembali meningkatnya harga TBS, pemerintah berharap kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Timur ikut mendorong dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *