NEXUSNETMEDIA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Edi Damansyah Bupati Kutai Kartanegara yang menggantikan Rita Widyasari karena telah berhalangan tetap, baru-baru ini tengah membahas ketahanan pangan bersama Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan Wakapolda Kaltim Brigjenpol Muhammad Sabilul Ali di sebuah rumah makan di rumah makan tepian pandan, Tenggarong.
Dilansir dari data Prokom Pemkab Kutai Kartanegara beberapa hari lalu, pada kesempatan itu, suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai acara jamuan makan siang bersama, sembari membahas tentang ketahanan pangan di Kaltim, Kaltara dan Kalsel atau di mana IKN berada, secara teknis program yang akan dilaksanakan adalah oplah, pompanisasi dan pipanisasi, Pangdam mengharapkan ketahanan di propinsi terkait betul-betul bisa terlaksana menjadi lumbung pangan nantinya.
Secara umum status ketahanan pangan Provinsi Kalimantan Timur termasuk kriteria tahan pangan, berdasarkan laporan Rakor DKP 2021 mencapai skor 76,90 pada tahun 2019 dan naik menjadi 78,24 pada tahun 2020, tetapi rangkingnya justru menurun dari ranking 7 pada tahun 2019 menjadi ranking 9 pada tahun 2020. Namun di tahun-tahun berikutnya, tentu ketahanan pangan harus lebih ditingkatkan karena harus memenuhi kebutuhan status sebagai ibukota kedepannya.
Maka wajar jika Kutai Kartanegara mengambil peranan sebagai salah satu wilayah terluas di Kaltim untuk segera melakukan perbaikan, peningkatan dalam rangka menjadi salah satu penyanggah ketahanan pangan di kaltim maupun di Indonesia secara nasional. Semoga Edi Damansyah Bupati Kukar berhasil dalam visinya meningkatkan ketahanan pangan minimal untuk Kalimantan sebagai wilayah IKN yang telah manjadi Ibukota. (**)












