NEXUSNETMEDIA.ID, BONTANG – Jasman Jafar, Sekretaris Tim Pemenangan Kota pasangan calon Independen Nomor Urut 1, Basri-Chusnul yang maju dalam kontestasi Pilkada 2024 melalui jalur Independen, menjelaskan rincian program prioritas yang akan diimplementasikan jika pasangan ini terpilih.
Hal ini disampaikan pada saat wawancara ekslusif (20/11/2024) Siang, di Kelurahan Api-Api Bontang Utara. Program ini diungkapkan berdasarkan apa yang selalu disampaikan baik oleh Basri Rase maupun H. Chusnul Dhihin saat dirinya melakukan pendampingan sekaligus sebagai Juru Kampanye atau Jurkam.
“Mungkin tidak urut apa yang saya sampaikan ini, tetapi setidaknya mewakili semua hal yang sering kami paparkan pada saat sosialisasi. Sebenarnya bukan 10, tapi banyak, hanya saja kita kompres menjadi 10 supaya topik globalnya mudah dipahami,” ujar Jasman dalam wawancara tersebut:
- Peningkatan Sektor Kesehatan
Fasilitas kesehatan di Bontang, layanan kesehatan gratis kerjasama dengan BPJS Kesehatan, mengurangi ketergantungan pada rujukan ke luar kota, Misalnya; Pasang Ring Jantung, dan Kemoteraphy secara Gratis, kedepannya cukup dilakukan di RSUD Bontang. Jasman menjelaskan, “Sebelumnya, status RSUD Bontang itu tipe C, sekarang sudah naik tipe B dan ini sudah berjalan sampai saat ini, bukan lagi berupa hayalan atau rencana, nah, yang direncanakan adalah Target RS Tipe A.” Jelasnya.
- Melanjutkan Peningkatan Program Pendidikan
Melanjutkan penyediaan seragam sekolah yang sudah berjalan, akan ditambahkan seragam batik, pakaian olehraga, pakaian pramuka ditanggung pemerintah. Jasman Jafar mengungkapkan, “untuk produksi seragam sekolah tersebut, para pelaku UMKM yang dalam hal ini penjahit lokal, akan kita berdayakan, termasuk makan gratis, juga akan melibatkan UMKM para pelaku kuliner dan catering dari warga Bontang sendiri. Selain itu, fasilitas Bus Sekolah Gratis. Kemudian melanjutkan program beasiswa sarjana dan pasca sarjana jenjang S1 hingga S3, untuk universitas negeri dan swasta.
- Dukungan Kepada Pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM)
“UMKM adalah pilar ekonomi Bontang, dan kami ingin memberdayakan mereka untuk berkembang,” kata Jasman Jafar. Program pinjaman modal bagi pelaku UMKM mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta dan akan diupgrade hingga pinjaman Rp100 Juta bagi yang pengelolaan usahanya baik dan berkembang, kita mendorong kewirausahaan lokal dan menciptakan lapangan kerja & Usaha. Faktor pendukungnya adalah peningkatan pariwisata, agar daya beli meningkat dan ekonomi berputar.
- Program Sosial; Santunan Kematian, Subsidi Menikah dan Melahirkan.
Disediakan untuk membantu keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi dalam menghadapi beban biaya setelah kehilangan anggota keluarga. Ditujukan untuk meringankan biaya pernikahan dan kelahiran bagi masyarakat kurang mampu, sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan keluarga. Melanjutkan program “rantang kasih” yang sudah ada dengan cakupan lebih luas, termasuk makanan bergizi untuk lansia dan balita untuk mengatasi masalah stunting. “Jadi issu Rantang kasih akan dihapus itu tidak benar,” tukas Jasman.
- Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan
“Sertifikasi keahlian & BPJS Ketenagakerjaan, Kawasan Industri akan menyerap peluang lapangan kerja yang luas serta kesiapan tenaga kerja terampil.” Untuk menciptakan lapangan kerja baru, menyediakan pelatihan keterampilan dan memperkuat sektor tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri di Bontang. “Kami ingin memastikan warga Bontang memiliki keterampilan yang relevan dan dapat bersaing di pasar kerja,” jelas Jasman.
- Wifi Gratis, Pemasangan Jargas + Kompor Gratis
Program wifi gratis akan diperluas di berbagai titik di Bontang, untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan perkembangan ekonomi digital. menambahkan, “Pemasangan Jargas Gratis plus Kompornya, tetap harus dilanjutkan, karena itu kebutuhan dapur dan aktifitas kerja untuk beraktifitas dan mencari nafkah.” Lanjutnya.
- Stimulan Pembangunan RT hingga Rp250 (Swakelola) Berkeadilan
Dana Swakelola untuk RT: Setiap RT akan menerima alokasi dana mulai dari Rp40 juta hingga Rp250 juta per tahun. Besaran dana disesuaikan dengan kebutuhan dan program kerja RT masing-masing. Dana ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti: Pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan RT, Rehabilitasi rumah ibadah dan fasilitas umum. Dana ini akan dikelola langsung oleh RT dan warga, tidak lagi melalui kelurahan seperti yang sebelum-sebelumnya.
- Peningkatan Insentif Aparatur Lapisan Terdepan
Kenaikan insentif untuk guru, Ketua RT, dan pemuka agama juga menjadi prioritas. Para aparatur tersebut akan menerima insentif yang setara dengan UMK, yakni sekitar Rp3,5 juta per bulan. Jasman menjelaskan, “Dengan insentif yang lebih tinggi, diharapkan para aparatur ini bisa lebih fokus dan semangat dalam melayani masyarakat, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan keberagaman di Bontang.”
- Pembangunan & Peningkatan Fasilitas Umum & Kepemudaan
Membangun Fasilitas yang bersifat monumental dengan membangun Dome Facility diatas lahan seluas 63hektar, yang terdapat sarana olahraga, pembinaan atlet dan peranan aktifitas kepemudaan pada umumnya, termasuk Fasilitas semua agama akan menyatu dalam 1 wadah yang cukup luas.
- Pembinaan/Bantuan Pertanian & Peternakan
Dalam sektor pertanian dan peternakan, pasangan ini berencana untuk menciptakan petani dan peternak mandiri melalui pembinaan yang intensif, serta memberikan bantuan berupa pupuk, bibit, dan pakan. Program pendampingan juga akan dilakukan untuk memantau perkembangan para petani dan peternak, memastikan mereka memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan hasil produksi mereka. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan petani serta peternak di Bontang.
Hingga wawancara berakhir, masih banyak yang ingin disampaikan, namun menurutnya, kita lanjutkan lagi nanti, sebab ia ingin menyanksikan acara debat di TV. Maka wawancara pun berakhir untuk sementara, dan akan dilanjutkan lagi setelah dirinya bersedia dan memiliki waktu luang. (*)












