Kaleidoskop 2025: Kejahatan Konvensional di Samarinda Turun, Namun Curanmor Masih Menjadi ‘PR’ Besar

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendry Umar. (Polresta Samarinda).

Nexusnetmedia.id – Polresta Samarinda menutup tahun 2025 dengan catatan raport yang cukup impresif. Meski secara umum angka kriminalitas berhasil ditekan, tren pencurian kendaraan bermotor (curanmor) justru menunjukkan anomali dengan lonjakan yang signifikan.

Dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolresta Samarinda, Selasa (30/12/2025), Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendry Umar, mengungkapkan bahwa kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kota Tepian secara garis besar tetap terjaga dan kondusif.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendry Umar, memaparkan rapor kinerja jajarannya sepanjang tahun 2025 dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolresta Samarinda, Selasa (30/12/2025).

Dalam paparannya, Kombes Pol Hendry Umar mengungkapkan secara umum kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kota Samarinda tetap kondusif.

Namun catatan khusus terkait naiknya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Tahun ini ada dinamika. Kasus curanmor mengalami kenaikan 32 persen, dari 104 kasus di tahun 2024 menjadi 138 kasus di tahun 2025,” ujar Kombes Hendri Umar.

Meski curanmor meningkat, Hendri menegaskan angka kejahatan konvensional secara keseluruhan justru menurun hingga 10 persen.

Tak hanya itu, kasus pembunuhan dan pencurian dengan pemberatan (curat) juga menunjukkan tren penurunan.

“Untuk kasus curat turun 22 persen, dan pembunuhan dari empat kasus tahun lalu, kini menjadi tiga kasus. Kami terus berupaya menekan angka kriminalitas di jalanan,” lanjutnya.

Dalam rilis tersebut, Kapolresta juga menyoroti sejumlah kasus menonjol yang berhasil diselesaikan sepanjang 2025.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pengungkapan korupsi di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan kerugian negara mencapai Rp7,3 miliar.

Selain itu, kepolisian juga berhasil mengamankan 22 mahasiswa yang terlibat dalam kasus perakitan bom molotov serta meringkus sembilan tersangka kasus penembakan di Jalan Imam Bonjol.

Di sisi pemberantasan narkotika, meski jumlah tersangka menurun, nilai barang bukti yang disita justru sangat fantastis.

“Kami mengamankan barang bukti narkoba dengan estimasi nilai mencapai Rp29,77 miliar. Ini bukti komitmen kami bahwa tidak ada ruang bagi peredaran gelap narkoba di Samarinda,” tegasnya.

Kabar baik datang dari sektor satuan lalu lintas. Jumlah kecelakaan di jalan raya menurun dari 706 kasus menjadi 577 kasus. Menariknya, kerugian materiil akibat laka lantas menyusut drastis hingga 95 persen, dari Rp52,6 miliar menjadi Rp2,43 miliar.

Tak hanya fokus pada kriminalitas, Polresta Samarinda di bawah kepemimpinan Kombes Pol Hendri Umar juga aktif mendukung ketahanan pangan nasional.

Polresta sukses mengelola 61 hektare lahan produktif yang menghasilkan 22 ton jagung, serta membantu penyaluran gizi kepada lebih dari 91 ribu warga Samarinda melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ke depan, di tahun 2026, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan publik agar masyarakat Samarinda merasa semakin aman dan nyaman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *