Puluhan Usulan Strategis Mengemuka dalam Musrenbang Kelurahan Guntung

Nexusnetmedianet.id – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Guntung menghasilkan puluhan usulan strategis dari berbagai sektor pembangunan. Lurah Guntung, Denny Febrian, melaporkan bahwa penjaringan aspirasi telah diawali melalui Rembug Stunting dan Rembug RT bersama 25 RT, guna merumuskan kebutuhan prioritas masyarakat.

Musrenbang dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bontang, Anwar Sadat, mewakili Wali Kota. Dalam sambutan Wali Kota yang disampaikan, ditegaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan prinsip partisipatif, terpadu, transparan, dan akuntabel, serta diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

“Musrenbang Kelurahan sebagai tahapan awal yang strategis dalam siklus perencanaan pembangunan, sekaligus ruang formal bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang akan diselaraskan dengan rencana kerja perangkat daerah,” ujar Sadat.

Secara makro, kinerja pembangunan Kota Bontang pada 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pulih setelah kontraksi 2024, dengan laju 1,67% (Triwulan I), 4,89% (Triwulan II), dan 3,78% (Triwulan III). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 83,04 atau kategori sangat tinggi. Tingkat Pengangguran Terbuka turun 0,70%, sementara persentase penduduk miskin berada di angka 3,21%, menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Di sektor kesehatan, prevalensi stunting berhasil ditekan dari 27,4% (2023) menjadi 17,44% (2025) melalui program Bontang Sehat, pemberian makanan tambahan, serta digitalisasi layanan Posyandu,” tuturnya. Pada sektor kesejahteraan sosial, lanjutnya, insentif bagi RT, kader, guru, dan tokoh agama terus ditingkatkan melalui Program Komitmen Bontang, sekaligus mengantarkan kota ini mencapai nol kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, di sektor infrastruktur dan lingkungan, pemerintah kota melanjutkan pembangunan drainase, turap penahan banjir rob, kolam retensi Polder Bontang Kuala, serta merencanakan Polder Tanjung Laut untuk pengendalian banjir berkelanjutan.

Musrenbang dihadiri Wakil Ketua Komisi A DPRD, Camat Bontang Utara, tokoh adat, Forum RT, LKK, LPM, PKK, Karang Taruna, kader Posyandu, dan Forum Anak. Di tengah jalannya musyawarah, Wali Kota juga hadir memberikan arahan langsung.

“Musrenbang ini bukan sekadar forum pengusulan kegiatan, tetapi instrumen strategis untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan Kota Bontang,” tegas Wali Kota.

Ia mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan usulan yang realistis, prioritas, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *