Nexusnetmedia.id, Bontang – Eni Rosida, lahir di Bojonegoro Jawa Timur pada tanggal 24 Oktober 1975. Bunga desa yang tumbuh remaja di salah satu kampung di bojonegoro ini ternyata telah “digadang-gadang” oleh Chusnul Dhihin sejak masih duduk di bangku SD dan akhirnya diperjuangkan untuk dipinang setelah lulus dari SMK tepatnya pada tahun 1996, lalu sehari setelah menikahinya Chusnul Dhihin langsung memboyongnya ke kota Bontang yang kala itu masih Kecamatan DATI II Kutai.
Setibanya di Bontang, Eni langsung mendampingi suaminya membuka usaha ayam goreng yang dimulai di Jalan MT. Haryono depan rudal Bontang Baru kala itu. Sangat disayangkan, hanya berselang 2 tahun usaha yang dijalankan bersama suaminya harus tutup akibat krisis moneter kala itu.
Akhirnya ia harus mendampingi suaminya yang tengah kerja serabutan, membantu berjualan apa saja yang dapat dijadikan uang untuk sekedar makan, asalkan ada nasi, tahu dan tempe maka itu sudah cukup baginya, tentunya sembari membesarkan anak yang masih balita, namun setelah 4 tahun kemudian, takdir berkata lain dan mereka mendapatkan rizki membuka usaha ayam goreng lagi. Usahanya kembali bangkit.
Apa yang diperjuangkannya pun tidaklah sia-sia, tahun 2002 adalah masa dimana usaha mereka sebagai suami istri bisa bangkit kembali. Sebagai istri, ia hanya bisa mendukung suaminya dan terus melakukan sedekah menyisipkan rupiah demi rupiah dengan beramal meskipun dalam keadaan sempit. Ia terus berdo’a agar apa yang mereka upayakan dan harapan hidup pasangan ini dikabulkan oleh Allah SWT Sang Pemberi Rizki.
Tanpa terasa, selain bersedekah, ia juga menabung untuk membangun rumah sebagai bahtera rumah tangganya pada tahun 2003, dua tahun kemudian yakni pada tahun 2005, rumah yang mereka impikan lambat laun telah selesai, bahkan dari usahanya tersebut, terkumpullah dana sekitar 50 juta yang akhirnya mereka gunakan untuk tabungan naik haji hingga mereka pun berangkat haji pada tahun 2009.
Hj. Eni Rosida ibu dari 3 orang anak ini, terus mendampingi suaminya mengurusi masjid, mengisi kegiatan di masjid dalam rangka membantu suaminya membentuk majelis sholawat bahkan sampai membina beberapa majelis lainnya. Saat ini ia telah sukses berkat kesabaran dan kegigihannya mendampingi suami melewati berbagai aral melintang bahkan goncangan ekonomi rumah tangga, hingga saat ini ia telah berhasil membesarkan usaha Fried Chicken yang telah membuka cabang di beberapa tempat.
Kesuksesannya tidak instan, usaha, do’a, sedekah dan menabung ditambah kesabaran, itulah yang menjadi kunci sukses keluarganya.
red/rsd/ynk












