Nexusnetmedia.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih terbuka dalam menerima kritik, keluhan, dan pengaduan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Untuk itu BPSDM Kaltim menggelar kegiatan sharing session dengan tema “Membongkar Shared Pessimism, Respons Defensif ASN, dan Krisis Kepercayaan dalam Pelayanan Publik”yang digelar secara virtual, Rabu (26/8/2026).
Kepala BPSDM Provinsi Kaltim, Nina Dewi, mengatakan masih adanya pola pikir di masyarakat bahwa pengaduan tidak akan ditanggapi apabila belum menjadi perhatian publik atau viral di media sosial. Kondisi tersebut dinilai perlu diubah agar persoalan masyarakat dapat segera direspons tanpa harus menunggu menjadi sorotan.
Img 6960
“Semoga saja tidak menunggu viral. Sebelum persoalan menjadi besar, permasalahan bisa direspons,”ungkap Nina
Menurutnya, jika pola pikir tersebut terus berlangsung, dikhawatirkan akan membentuk lingkaran yang tidak sehat. Masyarakat semakin kehilangan kepercayaan terhadap aparatur, sementara aparatur menjadi semakin defensif dan pada akhirnya kualitas interaksi antara pemerintah dan masyarakat ikut memburuk.
Karena itu, lingkaran tersebut perlu diputus melalui perubahan cara pandang terhadap kritik dan pengaduan masyarakat. Kritik tidak semestinya selalu dianggap sebagai serangan, melainkan dapat menjadi informasi untuk mengetahui kekurangan dalam pelayanan.
Img 6964
“Keluhan adalah masukan, pengaduan adalah data untuk memperbaiki pelayanan. Tentu tidak semua kritik harus diterima begitu saja. Setiap kritik tetap perlu didengarkan, diverifikasi, dan direspons secara profesional,” jelasnya.
ASN dituntut memiliki kemampuan untuk menerima kritik tanpa kehilangan sikap profesional. Sikap terbuka tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi yang sehat sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Melalui kegiatan sharing session, BPSDM Kaltim berharap ASN dapat semakin terbuka terhadap kritik, bijak dalam merespons masyarakat, serta mampu menjadikan setiap pengaduan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
BPSDM Provinsi Kalimantan Timur juga akan terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang relevan melalui Kalimantan Timur Corporate University. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ASN yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan birokrasi modern.
Peserta juga didorong untuk aktif mengikuti diskusi, menggali pengalaman dari narasumber, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan demikian, pelayanan publik diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan melalui respons yang cepat, terbuka, dan profesional terhadap kebutuhan masyarakat.












